Flu Babi

July 26th, 2009

Anak kos : “Bu, udah mulai masuk ke Indonesia ya flu babi”
Ibu Kos : “Iya, tapi kayanya nanti setelah flu babi bakal ada lagi, dan kayanya lebih parah”
Anak Kos : “He ? Kok tau Bu, emang flu apa lagi ntar  ?”
Ibu Kos : “Abis flu babi, bakal ada flu anjing, abis itu flu goblog”
Anak Kos : ….
Ibu Kos : “Enya pan didieu mah osok loba nu ngomong , babi anjing goblog sia” (iya, kan di sini mah suka banyak yang ngomong , babi anjing goblog”
Anak Kos : (dead style)

University Resource Planning

July 26th, 2009

Enterprise Resource Planning atau yang bisa disingkat ERP, mungkin sudah banyak yang tau. Dulu pernah juga ada cuplikan Kisah ERP di sini. ERP yang kata kuncinya adalah integrasi, yap, integrasi berbagai proses bisnis yang ada di dalam perusahaan. Sehingga memudahkan dan membuat penyajian data-data yang akan digunakan untuk memudahkan pihak pengelola usaha dalam mengambil keputusan.

ERP sendiri yang lahir dari proses pengembangan MRP, dengan kata lain, cocok diadopsi untuk kelas enterprise. Baik di sektor manufaktur, ataupun jasa.

Dari cerita-cerita implementasi ERP di perusahaan-perusahaan, kemudian muncul pertanyaan, bagaimana caranya konsep serupa ingin diterapkan di non profit organization, government, termasuk juga di sini, di sebuah universitas.

Komplektisitas pengelolaan sebuah institusi pendidikan tinggi makin hari juga makin kompleks. Seperti juga di perusahaan, di dunia pendidikan tinggi banyak mulai diadopsi penggunaan teknologi informasi, banyak dibangun aplikasi di sana-sini. Walaupun sudah ada SOP atau blueprint IT, sebuah kata ‘integrasi’ ternyata tidak mudah untuk dilakukan, dengan banyaknya berkembang pembangunan aplikasi-aplikasi di lingkungan universitas, integritas data malah menjadi sulit.

Dari sini saya mulai bertanya bagaimana caranya konsep ERP ini diadopsi untuk di lingkungan institusi pendidikan tinggi. Di antara modul-modul ERP yang disebutkan di wikipedia. Yang perlu disesuaikan dengan sebuah universitas adalah bagian Manufacturing dan Supply Chain Management.

Bagian manufaktur, menurut saya perlu disesuaikan dengan proses bisnis utama sebuah institusi pendidikan tinggi, yaitu akademik. Di lain kesempatan mungkin akan dibahas secara detail mengenai mapping modul-modul yang ada di ERP dengan proses bisnis yang ada di sebuah universitas.

Saat ini sudah mulai ada universitas-universitas yang mempublikasikan jurnal-jurnal mengenai hal ini. Ada yang menyebut dengan ERP for higher education dan ada juga yang menyebut dengan University Resource Planning. Standard nya sendiri belum ada.

NoSQL

July 25th, 2009

the major vendors sell software that is a quarter century old, and has been extended and morphed to meet today’s needs. In my opinion, these legacy systems are at the end of their useful life. They deserve to be sent to the home for tired software.

Kalau saya tidak salah ingat, RDBMS lahir kerena pada jaman dulu storage itu mahal harganya, Dengan adanya duplikasi data yang tersimpan, maka biaya pengelolaan data itu sendiri akan naik pula.

Sekarang, harddisk, sudah jauh berbeda harganya. Untuk user kelas rumahan saja, bisa mempunyai storage dalam ukuran terabyte.

Seiring dengan berkembangnya RDBMS itu sendiri, muncul permasalahan-permasalahan. Terutama dari sisi performance. Akibat proses normalisasi yang dilakukan pada konsep RDBMS, proses untuk mengambil data menjadi lebih berat, misalnya, semakin banyak table yang dijoinkan, maka semakin jelek pengaruhnya terhadap performance query.

Belakangan ini, para raksasa-raksasa internet, seperti google, yahoo, facebook, amazon, linkedin, list.fm dll
mengembangkan metode penyimpanan data baru. Fokus pengembangan mereka adalah, bagaimana menyimpan data yang besar, dan mengolahnya dalam waktu yang cepat.

Untuk referensi-referensinya sebagai berikut :

Perkembangan dunia IT memang sangat dinamis. Apa yang kita pelajari dulu, punya kemungkinan sudah tidak valid lagi di jaman sekarang :D

Apa memang era RDBMS akan segera berakhir, atau nanti mungkin ada konsep baru lagi ? Let we see