hky

General - VHOST (Virtual Host)

General - vhost

VHOST bisa di artikan dalam beberapa sudut pandang.

1. vhost di irc.

Kalau persepsi kita sama, yang teringat adalah begitu orang /whois nicksaya yang keluar ident@nama.antah.berantah.yang.gua.suka.com
Secara teknik, untuk membuat ini, anda harus mempunyai “kekuasaan” terhadap ip yang digunakan untuk chat.
Biasanya, pendelegasian kekuasaan ini bisa dari isp anda.
Anda tinggal meminta “mas tolong dong ip saya di point ke ns.saya.com dan ns.cadangan.com”. Dengan catatan di ns.saya.com anda punya kekuasaan untuk memanage. Menurut aturan tertulis, sebaiknya kita mempunyai 2 buah NS di 2 network yang berbeda, yang pertama adalah main, yang kedua adalah backup nya. Jadi kelangsungan hidup “nama dari ip” tadi agak sedikit terjamin (tergantung reliabilitas network). Contoh sekilas cara mengatur “kekuasaan” yang sudah diberikan kepada anda tadi jika kita menggunakan BIND dalam mode chroot sebagai NS. Anda tinggal membuat satu zone master untuk ip anda tadi , misal nya begini yang tertulis di named.conf :

zone “10.155.202.in-addr.arpa” {
type master;
file “master/ip.sayatercinta”;
allow-transfer {ip.ns.cadangan.com;ip.ns.cadangan-2.com};
};

Kemudian edit file /named/chrootdir/master/ip.sayatercinta dengan isi kira kira seperti ini :

$TTL 3600

@ IN SOA ns.saya.com. cakepnya.ns.saya.com. (
2002110201 ; Serial
2H ; Refresh
2H ; Retry
2H ; Expire
2H ) ; Minimum
IN NS ns..saya.com.
IN A ip.ns.saya.com.

1 IN PTR kata.orang.ganteng.lo.saya.com.
2 IN PTR bingung.mau.ngasi.nama.apalagi.saya.com.

yang artinya
ip 202.155.10.1 akan bernama kata.orang.ganteng.lo.saya.com
dan ip 202.155.10.2 akan bernama bingung.mau.ngasi.nama.apalagi.saya.com.

Abis itu kita perlu merestart bind yang telah di config ini.
Di BIND8 , cukup dengan perintah ndc restart.

Nah, sampai disini saya cape ngetik.
Ok.. mari kita lanjut. Sampai pada tahap ini, kita baru melakukan proses pertama, yaitu “ip -> domain”
sedangkan proses kedua adalah “domain -> ip”. Jadi nantinya akan terbentuk “ip < -> domain” yang sinkron.
Awas kalau anda bilang anda tidak punya domain.
Berarti anda telah cape cape membaca tapi tidak akan mungkin melakukannya.
Di NS dimana domain anda di simpan (bisa sama ataupun beda ditempat dimana anda memanage ip tadi), cukup buat subdomain yang di arahkan ke ip yang “persis sama” dengan yang telah kita buat di atas tadi.

Sekarang kita tinggal menunggu proses penyebarannya.
Untuk menunggunya kita dapat melakukan aktivitas seperti minum kopi, merokok, ataupun tidur.

Setelah waktunya sampai, silahkan cek vhost anda tadi.
Ada beberapa cara mengeceknya, salah satu yang termudah adalah, minta tolong teman anda mengeceknya. Kalau ternyata teman anda tidak bisa, maka gunakan tangan anda untuk mengetikkan command berikut :
nslookup 202.155.10.1
dan
nslookup kata.orang.ganteng.lo.saya.com

Saya yakin anda bisa melihat sinkron atau tidaknya hasil yang dikeluarkan hal di atas.
Kalau sudah.. siap siaplah untuk chatting dan gunakan vhost.

Inget :
Tidak semua isp di Indonesia berkuasa penuh atas blok ip yang mereka miliki. Kalau mereka tidak memiliki kekuasan itu, anda jangan nekad memaksa mereka untuk menyerahkan delegasi, saya takut terjadi hal hal yang tidak kita inginkan.

2. vhost di Apache

Misalnya anda punya ip publik 1 biji . Tapi pengen nge hosting in banyak domain disini. Ini juga disebut vhost.
Untuk hal seperti ini, kita cukup melakukan proses satu sisi, yaitu “domain -> ip” . Arahkan domain domain yang akan hosting di tempat anda, ke ip anda yang semata wayang tadi.
Kemudian edit file konfigurasi Apache, yang berinisial httpd.conf. Biasanya ada contoh disana. Saya yakin anda bisa kok meniru nya.
Setelah di edit. Kita cek dulu, ada kesalahan atau tidak, dari hasil editan kita barusan, dengan perintah :
“apachectl configtest”
Kalau keluar “Syntax OK” berarti aman.
Tinggal mengetikkan “apachectl restart”
Nah, sekarang tinggal menunggu proses penyebaran domain tadi.

Thx to :
photlot : kehidupan -> kelangsungan hidup

Comments

Proudly published with Hexo